Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Persiapan Pameran dan Pasar Rakyat

Salah satu peserta pameran sedang mempersiapkan stand-nya
Mulai hari Selasa, 2 April 2013 bertempat di Jalan Maluku, Kelurahan Selat Tengah, Kecamatan Selat, para peserta pameran dan pasar rakyat mulai mendirikan stand mereka masing-masing. Yang lebih dulu menyiapkan stand-nya adalah para pedagang yang akan meramaikan pasar rakyat. Sedangkan stand-stand lembaga dan dinas di Kabupaten Kapuas baru disiapkan pada sore hari. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk menarik pengunjung datang ke stand tersebut, mereka berlomba-lomba menyediakan hadiah "door prize" bagi para pengunjung stand. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 3-10 April 2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas