The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Persiapan Pameran dan Pasar Rakyat

Salah satu peserta pameran sedang mempersiapkan stand-nya
Mulai hari Selasa, 2 April 2013 bertempat di Jalan Maluku, Kelurahan Selat Tengah, Kecamatan Selat, para peserta pameran dan pasar rakyat mulai mendirikan stand mereka masing-masing. Yang lebih dulu menyiapkan stand-nya adalah para pedagang yang akan meramaikan pasar rakyat. Sedangkan stand-stand lembaga dan dinas di Kabupaten Kapuas baru disiapkan pada sore hari. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk menarik pengunjung datang ke stand tersebut, mereka berlomba-lomba menyediakan hadiah "door prize" bagi para pengunjung stand. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 3-10 April 2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas