Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ujian Nasional SD Berjalan Lancar

Berdasarkan wawancara admin dengan peserta Ujian Nasional Sekolah Dasar yang dimulai hari ini, Senin, 6 Mei 2013, kegiatan ini berjalan lancar. Para peserta ujian mulai memasuki kelas sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka mengisi biodata. Setelah itu mereka diminta untuk menunggu saat dimulainya ujian. Ujian hari ini adalah Bahasa Indonesia. Soalnya sebanyak 50 buah pilihan ganda. Waktunya 120 menit. Banyak siswa yang dapat menyelesaikan soal ini sebelum 60 menit. Namun mereka diminta untuk tetap menunggu sampai waktu ujian berakhir. Setiap kelas ujian diisi dengan 20 orang siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"