DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Hak Allah Atas Hamba



Oleh : Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Hak Allah atas hamba adalah:
  1. Ibadah
  2. Tidak syirik kepada-Nya

Ini adalah misi seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus Allah kepada manusia di muka bumi. Semua mereka membawa risalah / ajaran yang sama yaitu sembahlah Allah dan jauhilah thaghut. Ini juga dijelaskan Allah dalam Surat Al-Baqarah, 2 : 256 – Barangsiapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul yang kuat.

Dalam surat Jin Allah berfirman – ada sekelompok orang meminta bantuan kepada sekelompok jin maka jin tersebut menambah kedurhakaan (72: 6)

Manusia tidak cukup beribadah kepada Allah SWT, tetapi kemudian manusia masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai tauhid. Sebagaimana makna kalimat tauhid ada dua bagian:
  1.  Nafi – meniadakan sembahan selain Allah SWT. Yang kita tiadakan bukanlah eksistensinya akan tetapi kebenarannya. Sebab kita tidak mungkin meniadakan sesuatu yang ada. Orang Majusi menyembah api, Sinto menyembah matahari, orang-orang musyrik menyembah patung tidak bisa kita nafikan. Yang kita tiadakan adalah kebenarannya. Tidak ada Tuhan yang hak yang berhak disembah selain Allah.
  2.  Itsbat – setelah kita nafikan, kemudian kita tetapkan yang hak yaitu Allah SWT.

Pada faktanya, tidak sedikit orang yang hanya melaksanakan ibadah tapi belum memenuhi hak Allah yang lain. Allah menegaskan dalam surat Yusuf, 12: 106 – tidaklah sebagian besar mereka beriman kepada Allah melainkan mereka syirik. Ini terjadi karena mereka tidak tahu hak Allah yang harus mereka tunaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)