Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

YouTube Menjadi Wajah Aktualisasi Diri Pelajar Kapuas



Dalam satu tahun terakhir ini, YouTube sudah menjadi wadah aktualisasi diri bagi pelajar di Kabupaten Kapuas. Hal ini ditunjukkan dengan makin banyaknya video yang menggambarkan bagaimana para pelajar mengekspresikan dirinya di YouTube. Ada yang melakukan "lipsing", ada yang membuat kreasi "Harlem Shake" berdasarkan versi mereka masing-masing, ada yang menirukan gaya dari penyanyi idola mereka dan lain-lain. Kreativitas di dunia maya ini, perlu dibuatkan wadahnya di dunia nyata. Mudah-mudahan hal ini dapat di apresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)