Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pasar Blok R Mulai Dimanfaatkan

Pasar Blok R
Setiap pagi, para pedagang sayur dan penjual makanan sudah mulai memanfaatkan Pasar Blok R yang baru dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. Sebelum terbakar sebanyak 60 pedagang yang berjualan di pasar ini. Dengan semakin kecilnya los yang disedikan, maka lebih banyak pedagang yang bisa ditampung oleh pasar ini.
Pembersih sampah bersama sampah yang dikumpulkannya
Meskipun belum secara resmi dibuka, pasar ini sudah menghasilkan cukup banyak sampah. Tukang sampah yang membersihkan pasar ini meminta sumbangan dari para penjual untuk membersihkan sampah di pasar ini. Jadi setiap selesai berjualan, tempat ini kembali bersih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas