Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Tadarus di Langgar Al-Inayah

Muhammad Ramadhan mengikuti tadarus di Langgar Al-Inayah
Kegiatan tadarus di Langgar Al-Inayah sudah berlangsung lama. Namun jumlah orang yang mengikuti tadarus dari tahun ke tahun tidak bertambah malah berkurang. Hal ini disebabkan para remaja yang biasa mengisi langgar sekarang mereka sudah bekerja dan tidak lagi tinggal di dekat langgar. Tahun 2013 ini, ada tambahan tenaga baru untuk tadarus yaitu Muhammad Ramadhan, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Selat. Jadi setiap malam, kalau yang hadir lengkap, peserta tadarus Qur'an ada empat orang, dua orang bapak-bapak dan dua orang remaja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas