Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Bibit Sapi (Straw)

Tempat penyimpanan sperma sapi
Pada saat berkunjung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Desa Gandang pada hari Minggu, 25 Agustus 2013, admin banyak bertanya tentang Bibit (sperma) sapi yang disimpan dalam wadah pada gambar diatas. Wadah ini berisi sperma sapi yang disimpan dalam nitrogen cair. Sperma ini digunakan untuk melakukan inseminasi buatan pada sapi betina yang sedang birahi. Para petani biasanya mengetahui gejala bila sapinya sedang birahi. Nah pada saat itu dia akan memanggil dokter atau mantri hewan untuk melakukan inseminasi buatan.
Sarung tangan untuk membimbing masuknya "straw"
Bila sudah dihubungi warga masyarakat, dokter atau mantri hewan harus segera datang untuk melakukan inseminasi buatan, kalau tidak maka harus menunggu tiga minggu lagi saat sapi betinanya birahi kembali.
"Straw" (sperma yang akan dimasukkan)
Menurut keterangan dokter hewan Arief, inseminasi buatan ini dilakukan dengan memasukkan 'straw' yang berisi sperma ke dalan uterus sapi dengan bimbingan tangan yang berada di rektum sapi. Untuk melakukannya tangan yang berada dalam rektum sapi tentu saja harus menggunakan sarung tangan khusus seperti gambar diatas. Inseminasi buatan itu harus dapat dilakukan dalam waktu lima menit agar tidak mengakibatkan perlukaan pada rektum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)