The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Lomba Menyambut 17 Agustus 2013 di Perumnas Pulau Telo

Lomba menggalau (mencari ikan dalam kolam)
Perumnas Pulau Telo dalam memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2013 diisi dengan berbagai acara perlombaan, bahkan lebih meriah dari kegiatan 17 Agustus yg penulis temui. Hal ini terjadi karena acara ini dimulai satu minggu sebelum tanggal 17 Agustus dan perlombaannya dilakukan siang dan malam hari. Untuk perlombaan yang dilakukan malam hari adalah, lomba karaoke, lomba domino, catur dan lain-lain. Sedangkan untuk siang hari ada lomba bola volley. Dan lomba hari ini, 16 Agustus 2013 adalah lomba menggalau (mencari ikan dalam kolam). Tidak tanggung-tanggung, ikan yg dilepas mencapai berat 32 kg dan ikannya adalah ikan haruan (gabus). Dana untuk kegiatan ini berkisar 50 juta rupiah. 

Penulis: Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas