The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Orang Kepercayaan Bupati

Saat berkunjung ke salah satu kabupaten di Kalteng, admin bertemu dengan seorang tim sukses bupati yang sekarang menjabat. Beliau menceritakan bahwa meskipun ia adalah orang kepercayaan Bupati, tapi ia tidak pernah mencari muka dihadapan Bupati. Bahkan ketika Bupati Open House, ia tidak datang. Malah Bupatinya yang menelpon beliau.

Setelah banyak orang mengetahui bahwa beliau adalah orang kepercayaan Bupati, banyak orang yang datang kepadanya untuk minta tolong, mulai dari orang yang ingin dicarikan lowongan sebagai tenaga kontrak di Pemkab, sampai kepala Dinas yang ingin dipertahankan dalam jabatannya saat ini. Meskipun demikian beliau tidak pernah mau mengemis kepada Bupati. Bahkan menurut keterangan beliau, sang Bupati masih berhutang budi padanya.

Beliau menceritakan bahwa orang-orang yang dulunya mengancamnya dan menyebutnya sebagai pengkhianat karena mendukung Bupati sekarang, kini mereka hormat kepada beliau.

Bupati pernah mengirim SMS kepada beliau bahwa sekarang banyak orang yang menjilat kepada Bupati.

Kami yang mendengar kisah beliau tersenyum-senyum. Beliau minta dido'akan agar tetap bisa terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

  1. Tersenyum senyum, what's the mean of that? LOL :-D

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas