Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Sarapan Sesudah Kuliah Subuh

Jama'ah kuliah subuh sedang menikmati Nasi Kuning
Saat akhir kuliah subuh yang disampaikan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013 di Masjid Al-Ihsan, para jama'ah langsung menuju ke bagian belakang, rupanya sudah disiapkan nasi kuning. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Selat ini ingin membuat kebiasaan baru. Saat admin duduk untuk menyantap nasi kuning tersebut, Pak Sidik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang duduk di samping admin mengatakan bahwa makan sesudah kuliah subuh ini biasa dilakukan di Kauman, Jogjakarta. Karena selama menjadi mahasiswa di Jogjakarta, beliau selalu mengikuti kegiatan ini. Nasi kuning ini disiapkan oleh Masjid Al-Ihsan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas