The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Upacara 17 Agustus 2013 di RSUD

Peserta Upacara Peringatan 17 Agustus di RSUD
Pada hari Sabtu, 17 Agustus 2013 bertempat di halaman parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan Upacara untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 Tahun 2013. Upacara ini dipimpin direktur, dr. H. Bawa Budi Raharja, MM. Peserta upacara adalah seluruh staf rumah sakit yang akan mengikuti upacara di Stadion Panunjung Tarung. Dalam sambutan gubernur yang dibacakan oleh direktur diharapkan agar masyarakat Kalteng tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan Huma Betang. Pemerintah provinsi berjanji untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan untuk mewujudkan Kalteng Harati dan Kalteng Barigas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas