Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

4 Ruang SMPN 4 Selat Kuala Kapuas Memprihatinkan

Plafon ruangan yang berlubang karena dimakan usia (Courtesy of Tommy Saputra)

Plafon selasar yang berlubang (Courtesy of Tommy Saputra)

Guru dan Kepala Sekolah di ruangan yang rusak (Courtesy of Tommy Saputra)
Kuala Kapuas. Dari 21 ruangan kelas belajar yang dimiliki Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Selat ada 4 ruangan diantaranya yang memprihatinkan, karena ruangan kelas yang dibangun pada tahun 1985 yang lalu itu sudah sepantasnya untuk mendapatkan pembangunan gedung baru atau renovasi.

4 ruangan yang belum mendapatkan sentuhan ini, masih digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki ruangan cadangan yang lain.

Mirisnya apabila hari hujan seperti bulan-bulan sekarang, sering kali air hujan itu memasuki ruangan belajar, karena atap bangunan sudah banyak yang bolong karena dimakan usia.

Selain ruang kelas itu, yang perlu dapat perhatian juga kondisi Ruang Belajar Lain (RBL)  yang juga rusak berat karena ruangan RBL ini digunakan sebagai ruangan kesenian, aula dan lain-lain dimana dengan adanya ruangan RBL itu dapat menunjang dalam penyaluran bakat dan kreatifitas siswa.

Kepala Sekolah SMPN 4 Selat, Drs. Haris Fadilah, M.Pd mengharapkan adanya bantuan baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi sampai Pemerintah Pusat melalui Dinas terkait untuk dapat merealisasikan perbaikan dan peremajaan tersebut, karena hal itu untuk menunjang proses belajar mengajar apalagi dalam menghadapi Kurikulum yang baru ini.

Dengan kondisi ruangan yang yaman dan prasarana yang lengkap, kita harapkan dapat meningkatkan minat belajar dan lebih dapat lagi untuk mencetak kader-kader generasi muda penerus bangsa ini," ungkap Kepala Sekolah. (Tommy Saputra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)