The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Kualitas Pekerjaan Perlu Diperhatikan - Berita Kalteng

PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Heru Hidayat, meminta kepada pelaksana kerja, atau pemborong untuk mengutamakan kualitas. Hal ini dilakukan agar mengoptimalkan hasil pekerjaan dan manfaat bagi masyarakat. Demikian ungkap heru ketika melakukan kunjungan ke Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan beberapa waktu yang lalu.

Menurut Heru, dengan terealisasi program dan pekerjaan di berbagai sektor diantaranya fisik menjadi harapan dan keinginan masyarakat di daerah, oleh karena itu harapan masyarakat tersebut harus dibarengi oleh mutu dan kualitas pekerjaannya sehingga sesuai dengan harapan masyarakat.

Semua pihak terutama pelaksana pekerjaan dalam bekerja harus sesuai dengan kontrak kerja dengan memperhatikan kualitas untuk menjadi acuan utama. Jangan sampai hal tersebut mengabaikan kualitas pembangunannya sehingga tidak optimal manfaatnya," katanya, kepada media di sela-sela tugasnya, Selasa (10/9/2013).

Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini telah dibangun penahan gelombang (breakwater) di kawasan objek wisata pantai Desa Sungai (Sei) Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Kegiatan penanganan abrasi pantai tersebut merupakan program yang dilakukan dalam rangka menunjang kawasan wisata sei Bakau, namun dari informasi warga dan kunjungan lapangan beberapa waktu yang lalu ada beberapa kondisi yang mengalami kerusakan. Hal ini sampaikan oleh Anggota DPRD Kalteng Heru Hidayat dari daerah pemilihan Seruyan-Kotawaringin Timur. Menurut Heru pembangunan tanggul pemecah gelombang di pantai Sei Bakau harus dilakukan evaluasi dan diawasi dengan baik agar hasil yang di dapat memiliki mutu dan kualitas serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Sesuai dengan aspirasi dari masyarakat dengan adanya tanggul pemecah gelombang itu diharapkan ombak yang sampai ke bibir pantai tidak lagi menggerus pantai yang ada (abrasi). "Pembangunan tanggul pemecah gelombang ini sekaligus untuk mengamankan kawasan wisata pantai di Desa Sungai Bakau yang dianggap vital," ucap Anggota DPRD Kalteng dari Dapil Kalteng 2

Begitupun pekerjaan siring yang dilakukan di tepian pantai saat ini mengalami kondisi sedikit kerusakan, sehingga menjadi perhatiaan kita semua agar pekerjaan yang ada saat ini memiliki fungsi yang baik. Sementara kita berharap dengan ke khasan Sei Bakau saat ini akan menjadi kawasan yang mampu untuk dikembangan lebih tertata dan terkelola sehingga akan menjadi objek wisata yang terkenal dan menjadi penunjang pendapatan asli daerah setempat demikian ungkap Heru.

Sumber: Rilis Media Heru Hidayat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas