Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

MTsN Selat Menuju Go Green School


Kuala Kapuas (Humas),  Suasana lingkungan   yang hijau, asri, penuh dengan pepohonan maupun tanaman hias yang tertata rapi,  merupakan sebuah dambaan setiap warga madrasah. Hal ini  sejalan dengan   cuaca saat sekarang,  suhu udara cenderung  meningkat akibat dari pemanasan global yang disebabkan terjadinya efek rumah kaca, keadaan ini menuntut kepedulian masyarakat termasuk  warga MTsN. Selat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondisi alam melalui pelestarian tanaman dilingkungannya.  

Sebagai wujud nyata turut menciptakan suasana lingkungan yang hijau penuh tanaman maka MTsN. Selat telah mencanangkan program  menuju “go green school”. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala MTsN. Selat Kapuas Sriyadi, M.Pd saat memberikan sambutan pada acara Pentas Seni, launching tabloid Gemilang dan website MTsN. Selat yang merupakan  kegiatan puncak HUT atau milad MTsN. Selat ke-16, yang digelar Sabtu (14/9). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah,  Kepala Kantor Kementerian Agama KabupatenKapuas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ketua Komite Madrasah, Pengawas PAI Tingkat Menengah, Kepala MAN Selat, perwakilan OSIS dari MA / MTs / SMP / SMA serta  seluruh civitas MTsN Selat..

Dalam sambutannya Sriyadi, M.Pd mengatakan “Untuk menghijaukan lingkungan madrasah, dipinggir halaman yang belum ada tanamannya akan kami tanami dengan pohon pelindung dan  untuk menambah keindahan di depan kelas akan ditanami dengan jenis tanaman hias".

Sebagai tanda dimulainya program go green school, dilakukan penanaman pohon  oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Kepala MTsN Selat dan Kepala TU MTsN Selat. (andg)

Sumber: Andang Jarwadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)