BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Pembinaan Puskesmas

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas
Pada tanggal 4 September 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melakukan pembinaan ke Puskesmas Lupak beserta poskesdesnya yaitu di desa Palampai dan desa Cemara Labat. Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Adelina Yunus, dan diikuti juga oleh Sekretaris Joko Labadijunjung, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Apendi, Kabid SDMK Raison, Kabid Jamsarkes Luhut Sinaga, Kabid PMK Sofian Rifani, Kasi P2 Tri S., dan staf Yankes Fauziah. 

Pembinaan di Desa Palampai meliputi aspek program, Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat, disiplin pegawai, dan lain-lain. Petugas kesehatan setempat yaitu bidan Nita dan anggota masyarakat setempat ikut berperan dalam kegiatan pembinaan ini. Bidan Nita adalah staf dari Puskesmas Lupak, dan beberapa waktu terakhir sempat diperbantukan ke Puskesmas induk karena di induk kekurangan tenaga. 

Di desa Cemara Labat, tim juga menemui bidan desa setempat yaitu bidan Raudah. Beliau menangani tidak hanya Cemara Labat, tapi juga desa Pematang yang belum ada tenaga kesehatannya. Menarik bahwa di desa Cemara Labat ini beliau bekerja sendirian karena tidak ada satupun kader posyandu di sana. Berbeda dengan desa Pematang yang sudah ada beberapa kader posyandu yang aktif di bawah pimpinan ibu kades setempat. 

Tim juga melakukan kunjungan ke Puskesmas Lupak (perawatan) dan Puskesmas Pulau Kupang (non perawatan). Pembinaan meliputi fisik, program, ketenagaan, dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)