Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Persiapan akhir Lomba P2WKSS

Ibu Muhajirin (paling kanan) sedang memberikan pengarahan
Pada hari Sabtu, 21 September 2013 rombongan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Daerah (BPPKBD) Kabupaten Kapuas dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas berangkat ke Desa Wargo Mulyo (UPT Lamunti II-B1) untuk melakukan persiapan akhir menjelang Lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Dalam persiapan ini, setiap detil kegiatan diperhatikan oleh tim supervisi dari kabupaten. Setelah memberi wejangan dan melihat persiapan acara, tim juga melakukan kunjungan ke lokasi penilaian, baik tanaman obat keluarga (Toga) maupun rumah sehat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini