Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Wajah-wajah dari Kapuas menghiasi Flickr: The World Diabetes Day Pool

Sebagian foto wajah dari Kapuas di World Diabetes Day Pool (Flickr)
Dari pedalaman Kalimantan, para pegiat diabetes di Kabupaten Kapuas terus menorehkan peran dalam berbagai kegiatan tingkat dunia. Kali ini mereka ikut serta meramaikan Flickr: The World Diabetes Day Pool, kumpulan foto-foto kegiatan menyambut Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November. Tidak tanggung-tanggung dalam foto-foto yang ditampilkan disana, ada Bapak Aswan bersama dengan Ibu Nina Yustina (Bapak Camat Basarang beserta ibu), ada Bapak Saifuddin dan Ibu Aminah Muchtar (Danramil Basarang beserta ibu) begitu juga dengan sekretaris dan instruktur senam diabetes dari Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"