Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Persiapan Adipura di RSUD

Tempat Pembuangan Sampah
Dalam apel pagi di RSUD pada hari Rabu, 23 Oktober 2013, kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), Ibu Setiawati, menyampaikan bahwa sampah medis sekarang tidak lagi menggunakan plastik sampah merah, tapi menggunakan plastik sampah berwarna kuning. Plastik ini akan didistribusikan ke seluruh ruangan. Menindaklanjuti hal tersebut, direktur meminta kepada setiap karyawan rumah sakit untuk melakukan kegiatan membakar sampah baik di rumah sakit maupun di rumah. Hal tersebut akan menihilkan nilai untuk Adipura.

Di Gazebo rumah sakit sudah disediakan tempat pembuangan sampah yang sudah dipilah sebagai berikut:

  • Sampah kertas
  • Sampah plastik
  • Sampah logam / kaca
  • Sampah bahan limbah (B3)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)