Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

3000 Buku BSE Di Bagikan Secara Gratis Ke 14 SMP Di Kabupaten Kapuas

Dr Ir Willy M Yoseph MM saat memberikan sambutan yang dikelilingi para Siswa-Siswi SMPN 1 Selat Kuala Kapuas. (foto : Tommy Saputra)
KUALA KAPUAS - Sebanyak 3.000 buah buku Meteor (Metode Terdepan Menoreh Prestasi) atau Buku Sekolah Elektronik (BSE), yang terdiri dari Buku Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika dan Biologi dibagikan ke 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Kapuas.

Dimana buku itu diberikan secara gratis oleh Dr Ir Willy M Yoseph MM kepada anak-anak sekolah SMP sederajat. Pada kesempatan itu Buku BSE ini diserahkan secara langsung oleh Willy M Yoseph bertempat di SMP Negeri 1 Selat Kuala Kapuas.
Dr Ir Willy M Yoseph MM (baju merah) saat menyerahkan buku BSE secara simbolis kepada para Kepala Sekolah penerima buku BSE. (foto : Tommy Saputra)
Willy M Yoseph  mengatakan, Selasa (12/11) pagi dimana buku ini di bagikan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap dunia pendidikan, serta buku ini sesuai dengan kurikulum terbaru dalam mengembangkan kompetensi dalam membangun karakter bangsa.

Lanjut dia bahwa Kabupaten Kapuas merupakan kabupaten pertama yang mendapatkan bantuan berupa buku ini, selain itu perlu diketahui kalau buku ini merupakan produk lokal yang standar nasional,” ungkapnya.

Mantan Bupati Murung Raya dua periode ini, berharap pendidikan di Kalteng ini merupakan satu hal yang luar biasa, yang harus mendapatkan perhatian oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, tidak itu pekerjaan Gubernur, Bupati atau kepala dinas dan guru, tetapi harusnya pendidikan ini menjadi bagian pekerjaan yang harus diminati dan dikerjakan bersama oleh rakyat Kalteng.
Dr Ir Willy M Yoseph MM (tengah-baju merah) saat berfoto bersama dengan para Kepala Sekolah penerima buku BSE, Selasa (12/11) bertempat di SMP Negeri 1 Selat Kuala Kapuas. (foto : Tommy Saputra)
“Pendidikan ini sangat penting, karena dari pendidikan inilah kita tahu nantinya bangsa yang maju, keluarga yang sejahtera, tentu dari latar belakang pendidikan itu,” pungkasnya.

Selain itu Kepala Sekolah SMPN 4 Drs Haris Fadilah MPd salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan buku itu sangat menyambut baik, dengan adanya dukungan dari Bapak Willy M Yoseph dimana hal ini kita harapkan dapat menunjang kelancaran dalam hal belajar mengajar, serta dengan adanya buku ini dapat membantu siswa-siswi yang kurang mampu,” ujar Haris Fadilah yang juga aktif dibidang organisasi ini.

Sedangkan Kepala Sekolah SMPN 1 Selat Edy SE mengucapkan terima kasih banyak, atas kepedulian Bapak Willy M Yoseph kepada dunia pendidikan, serta kita bersyukur dapat diberikan buku secara gratis.

Kita harapkan dengan adanya Buku BSE ini dapat menunjang dan meningkatkan pendidikan baik dari peningkatan kualitas anak. Selain itu pastinya dapat meningkatkan tingkat kenaikan dan prestasi siswa,"harap Edy.

Penulis: Tommy Saputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)