Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Penyuluhan AIDS Bagi Guru-Guru SDIT Al-Amin Kapuas

Pada hari Jum'at, 7 Desember 2013 bertempat di ruang kelas V, SDIT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan penyuluhan AIDS bagi para guru SDIT Al-Amin Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian kampanye Hari AIDS Sedunia. Dalam penyuluhan tersebut disampaikan hal-hal yang mempercepat penularan penyakit ini seperti makin cepatnya transportasi, urbanisasi, praktek seks yang serba boleh serta penggunaan obat terlarang dengan injeksi.

Sebagian penderita HIV/AIDS berada di negara-negara berkembang. Saat ini makin banyak ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS. Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya anak-anak yang menderita HIV akibat tertular dari air susu ibunya. Kondisi ini mengakibatkan produktivitas suatu negara menjadi menurun.

Selain itu juga ditampilkan video yang menggambarkan bagaimana perkembangbiakan virus HIV mulai dari bagaimana mereka memasuki suatu sel, sampai melipatgandakan dirinya, menggunakan apa-apa yang ada di dalam sel tersebut.

Para guru yang sebagian besar sudah menikah tersebut disuguhkan dengan simulasi penggunaan kondom. Dijelaskan bahwa kondom bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi bagi mereka yang menginginkan agar anak mereka bisa menyusu dengan ASI selama dua tahun. Selain itu juga dijelaskan bahwa bagi mereka yang mengalami ejakulasi dini, maka kondom dapat digunakan untuk mengurangi sensitifitas dari glans penis, sehingga hubungan seks bisa dilakukan agak lebih lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini