Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM)

Briefing Endline Survey di Markas PMI Kabupaten Kapuas
Pada hari Sabtu, 4 Januari 2014, para relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas menjalani Pelatihan Enumerator Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM). Kegiatan ini disponsori oleh Palang Merah Spanyol (Spanish Red Cross - SRC). Dalam kegiatan ini kepada relawan disampaikan mengenai Rapid Mobile Phone-based (RAMP) survey serta bagaimana melakukan wawancara kepada para relawan. Dalam pelatihan ini mereka juga mempraktekkan wawancara dengan menggunakan formulir yang ada dalam Handphone dan mengirimkan hasilnya ke server. Aplikasi yang digunakan untuk RAMP survey ini adalah Magpi (www.magpi.com).

Mulai hari Senin-Jum'at, 6-10 Januari 2014, para relawan mulai melakukan pengumpulan data ke empat desa yaitu Kelurahan Pulau Kupang dan Desa Terusan Raya di Kecamatan Bataguh, serta Desa Teluk Palinget dan Desa Handiwung di Kecamatan Pulau Petak. Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok di pimpin oleh satu relawan. Setiap kunjungan ke desa didampingi oleh koordinator desa untuk program KPPBM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas