Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Launching Pelayanan Hemodialisa

Pada hari Kamis, 6 Februari 2014 dilaksanakan Launching Pelayanan Hemdialisa di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Kegiatan ini diisi dengan seminar yang diisi oleh dr. Bambang Djarwoto, Sp.PD (KGH) dan dr. Gusti Hariyadi Maulana, MSc, SpPD.

Saat ini ada empat tempat tidur yang tersedia di unit hemodialisa. Bila pasien bertambah maka ruangan ini mampu menampung 12 tempat tidur.

Kegiatan ini dikuti oleh petugas rumah sakit, petugas puskesmas dan pasien hemodialisis. Kegiata ini didukung leh Fresenius Medical Care, Boehringer Ingelheim, Eisai dan BPJS Kesehatan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"