Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Nonton 'Sang Pencerah' di Masjid Al-Ihsan

Pada hari Sabtu, 15 Februari 2014 bertempat di Masjid Al-Ihsan dilaksanakan kegiatan mabit. Berbeda dengan biasanya, kegiatan malam ini diisi dengan nonton film Sang Pencerah, yang menceritakan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dalam memurnikan ajaran Islam.

Banyak pelajaran yang didapat dari perjuangan beliau memurnkan Islam dari kemusyrikan dan takhayul yang berkembang di masyarakat. Banyak penentangan yang beliau hadapi. Mulai dari dirubuhkan langgarnya, dianggap kafir, dianggap memudahkan agama, dan lain-lain.

Beliau mengajarkan bagaimana umat Islam tidak kumuh, tidak bau, bisa bergaul dengan semua kalangan, menghargai perbedaan pendapat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"