Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rapat Jama'ah Langgar Al-Inayah

Pada hari Senin, 17 Februari 2014 bertempat di Langgar Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, Kuala Kapuas, dilaksanakan rapat jama'ah langgar. Rapat ini membicarakan masalah alkah, iuran kematian, kepengurusan langgar.

Masalah alkah, disepakati untuk menindaklanjuti tanah yang sudah dibayar sebagian untuk dilunasi pembayarannya.

Mengenai iuran fardhu kifayah, disepakati untuk ditagih ke rumah-rumah. Rapat ini juga menyepakati pembelian tempat memandikan jenazah. Untuk membawa keranda menggunakan Tossa yang ada.

Rapat ini juga menyepakati honor kaum langgar. TPA juga mengusulkan adanya sumbangan sukarela.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"