Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Siswa MTsN Selat Khataman Al-Qur’an

Murid-murid MTsN Selat Tengah sedang membaca Qur'an
Kuala Kapuas (Inmas),   Sehubungan telah selesai   pembacaan Al-Qur’an sampai juz terakhir, siswa MTsN Selat mengadakan Khataman Al-Qur’an, Selasa (18/2). Siswa yang mengadakan acara tersebut sebanyak 40 orang yang semuanya berasal dari kelas VII-1.  Sebelumnya dalam  pembacaan Al-Qur’an atau tadharus  laksanakan setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Sejak tahun ajaran baru,  hingga sampai saat ini kelas tersebut telah tuntas menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an sampai juz 30. Dalam Khataman tersebut didampingi oleh salah satu guru MTsN Selat Dra. Norhasanah, Wali Kelas Miftahul Hayati, S.Ag  dan Wakamad Kesiswaan Siti Rofingah, M.PdI.

Pada kesempatan tersebut Kepala MTsN Selat Sriyadi melalui Wakamad Kesiswaan  Siti Rofingah, M.PdI menjelaskan, salah satu tujuan dari kegiatan khataman ini sebagai  apresiasi dan penghargaan atas ketekunan yang mereka lakukan selama ini.

Kegiatan ini, katanya,  pada nantinya tidak hanya akan dilakukan di kelas ini saja namun akan dilakukan dikelas lain yang telah selesai mengaji sampai juz terakhir. 

“Melalui acara ini diharapkan akan meningkatkan semangat untuk terus gemar membaca Al-Qur’an baik dimadrasah maupun dirumah. Disamping itu kelas lain yang belum tamat akan termotifasi untuk lebih rajin lagi dalam bertadharus.”harap Siti Rofingah.

Sementara itu Miftahul Hayati, S.Ag mengucapkan terimakasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh dan berkenan memberikan   sumbangan  konsumsi, berupa  kue, air mineral maupun dukungan secara  moril  lainnya.

“Walaupun acara ini sangat sederhana namun mudah-mudahan akan  memberi arti yang mendalam bagi siswa, serta mendapatkan barokah dari Allah, SWT amin.”kata Miftahul Hayati. (andg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)