Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Studi Banding RSUD Kuala Kurun

dr. Bawa - direktur RS Kapuas (kiri) dan dr. Ruth - direktur RS Kuala Kurun (kanan)
Pada hari Selasa, 18 Februari 2014 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmdjo dilaksanakan kegiatan Studi Banding RSD Kuala Kurun. Rombongan tamu dipimpin oleh dr, Ruth, direktur rumah sakit.

Dalam kunjungan ini RSUD Kuala Kurun ingin mengetahui tentang apa yang harus dlakukan sesudah menjadi BLUD. Diantara hal-hal yang ingin dipelajari adalah mengenai tata kelola keuangan, penyusunan rencana bisnis dan anggaran, dan penyusunan sistem insentif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"