Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Audit Program Malaria


Pada hari Selasa, 18 Maret 2014 rombongan Global Fund Malaria dari pusat dan provinsi berkunjung ke Kabupaten Kapuas. Rombongan melakukan audit mulai dari dinas kesehatan, gudang farmasi kabupaten, dan rumah sakit. Di rumah sakit, rombongan mengunjungi instalasi farmasi untuk mengecek pencatatan dan pelaporan obat-obat malaria. Laboratorium dikunjungi untuk melihat ruangan serta ketersediaan peralatan dan regensia. Kegiatan yang paling lama adalah saat pengecekan laporan di rumah sakit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini