BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Heru : Segera Perbaiki Data Kesehatan di Kalteng

Palangka Raya, Selasa (4/3), Rapat Dengar Pendapat antara Komisi C DPRD Kalteng dengan Dinas Kesehatan Kalteng beberapa waktu yang lalu menjadi hangat karena berbagai data yang di tampilkan dari Kabupaten/Kota se-Kalteng belum memberikan gambaran yang riil mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Heru Hidayat, ST selaku anggota DPRD Kalteng yang membidangi masalah kesehatan tersebut, Bahkan menurut Heru, pihak Dinas Kesehatan sendiri menyadari akan kondisi yang terus melingkupi mereka mengenai pendataan kesehatan yang diinput dari Kabupaten/Kota se-Kalteng. 

Pada kesempatan itu, Heru memberikan informasi bahwa data yang ditampilkan sangat berbeda antara profil kesehatan yang di input di Kabupaten/Kota dengan hasil Reskesdes yang dilakukan oleh pihak lainnya. Hal ini mestinya menjadi perhatian serius, agar data yang valid dapat mendukung perencanaan dan kebijakan di bidang Kesehatan, sehingga kita akan mudah dalam pembuatan program/kegiatan yang terkendali secara progres pelaksanaan dan manfaatnya ungkap Heru. Dinas Kesehatan harus memiliki roadmap selama beberapa tahun ke depan, agar arah kebijakan tersebut memiliki pola terukur dan teratur. 

Selain itu Heru menyoroti kondisi Kartu Kalteng Barigas, meskipun Kartu Kalteng Barigas sudah terintegrasi dengan sistem BPJS, namun Heru berharap informasi data masyarakat yang menerima mestinya juga bisa diakses oleh masyarakat Kalimantan Tengah, agar ketika sebagian masyarakat yang belum terdaftar dengan Kartu Kalteng Barigas bisa menjadi pendataan untuk tahap berikutnya, yang memudahkan pendataan secara keseluruhan masyarakat dalam Kartu Kalteng Barigas yang terintegrasi dengan BPJS. Namun demikian menurut Heru, semua pihak baik itu Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota harus mengintensifkan pola koordinasi untuk menghasilkan model data yang valid dan terukur sehingga memudahkan kita semua untuk menentukan prioritas dan capaian perbaikan di setiap tahun anggaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)