Tahun 2015 Indonesia menyumbang 5,75% sampah plastik ke laut

Gambar
  Sumber: https://ourworldindata.org/ocean-plastics Melihat kondisi di atas, ada baiknya kita mulai mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin. Kita bisa mulai dengan membawa termos atau botol air ke kantor. Beberapa toko di Kuala Kapuas sudah mulai menawarkan untuk menggunakan kantong pembawa barang yang tidak terbuat dari plastik. Sudah ada juga hadiah yang dikirimkan yang berupa tas yang tidak terbuat dari plastik. Upaya kota tetangga, Banjarmasin yang mengharuskan toko-toko menyediakan kantong yang dapat didaur ulang.

Ngobrol Sama Bule

Ummi sedang ngobrol dengan Sylvia
Selama berjalannya program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan dukungan dana dari Palang Merah Spanyol, sebenarnya para staf dan relawan mendapatkan alokasi dana untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Diharapkan dengan kursus bahasa Inggris tersebut, pada akhir proyek mereka bisa memiliki ketrampilan dan berbicara dan menulis laporan dalam bahasa Inggris.

Semangat belajar bahasa Inggris ini naik dan turun. Saat awal proyek dimana masih belum banyak kegiatan dan belum banyak format laporan, mereka bersemangat untuk kursus. Namun dengan semakin banyaknya kegiatan dan laporan yang harus dipersiapkan, kursusnya keteteran. Namun diakhir proyek, semangat ini muncul kembali.

Buah dari kursus tersebut adalah para staf dan relawan memiliki keberanian untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini mereka tunjukkan dengan memberanikan diri untuk berdiskusi dengan Sylvia, Country Representative dari Spanish Red Cross (SRC). Selain itu, mereka juga membuat video singkat dengan Sylvia yang berupa percakapan singkat dalam bahasa Inggris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Surat Al Baqarah, ayat 1-2 (lanjutan)