BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Ngobrol Sama Bule

Ummi sedang ngobrol dengan Sylvia
Selama berjalannya program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan dukungan dana dari Palang Merah Spanyol, sebenarnya para staf dan relawan mendapatkan alokasi dana untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Diharapkan dengan kursus bahasa Inggris tersebut, pada akhir proyek mereka bisa memiliki ketrampilan dan berbicara dan menulis laporan dalam bahasa Inggris.

Semangat belajar bahasa Inggris ini naik dan turun. Saat awal proyek dimana masih belum banyak kegiatan dan belum banyak format laporan, mereka bersemangat untuk kursus. Namun dengan semakin banyaknya kegiatan dan laporan yang harus dipersiapkan, kursusnya keteteran. Namun diakhir proyek, semangat ini muncul kembali.

Buah dari kursus tersebut adalah para staf dan relawan memiliki keberanian untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini mereka tunjukkan dengan memberanikan diri untuk berdiskusi dengan Sylvia, Country Representative dari Spanish Red Cross (SRC). Selain itu, mereka juga membuat video singkat dengan Sylvia yang berupa percakapan singkat dalam bahasa Inggris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)