Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Tinjau Pembangunan TK ABA-3 Selat yang Belum Rampung Sejak 2017

Gambar
Kuala Kapuas – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd, melakukan peninjauan pembangunan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA)-3 Selat yang berlokasi di Jalan Nusa Indah, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Suwarno Muriyat menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pembangunan gedung yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan, padahal proses pembangunan telah dimulai sejak tahun 2017. Menurutnya, keberadaan sarana pendidikan yang layak sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kapuas. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan sehingga pembangunan TK ABA-3 Selat dapat diselesaikan pada tahun 2027. “Kami berharap pembangunan gedung ini dapat segera dituntaskan. Dengan dukungan berbagai pihak, mudah-mudahan pada tahun 2027 bangunan ini sudah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Di area halaman depan yang...

Sekolah Sehat di Handiwung Masih Perlu Dukungan

Mbak Eka (tengah kiri) dan Sri berfoto bersama para siswa
Dalam kegiatan monitoring Sekolah Sehat pada hari Jum'at, 7 Maret 2014 yang lalu, rombongan dari Palang Merah Indonesia Pusat (Mbak Eka), Palang Merah Spanyol (Mbak Farra), dan PMI Kabupaten Kapuas (Pak Arlianto, Sri, serta relawan) mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah, Desa Handiwung, Kecamatan Pulau Petak.
Foto bareng dengan para guru-guru MI Hidayatullah
Dari monitoring tersebut didapatkan bahwa sebagian sarana cuci tangan yang disediakan oleh Palang Merah Indonesia (dengan bantuan Palang Merah Spanyol) kondisinya kurang baik. Sabun tidak ada, keran rusak, sebagian bocor, dan jumlah air untuk cuci tangan kurang diperhatikan dengan baik, khususnya untuk kelas 1 dan kelas 2 dimana mereka tidak bisa mengisi sendiri tempat cuci tangannya. Kebiasaan membuang sampah dikalangan siswa membaik setelah disediakan tempat sampah. Kebersihan lingkungan sekolah masih sulit untuk dipertahankan, meskipun sudah disediakan alat-alat kebersihan.
Farra (kiri) dan Eka (kanan) foto bareng siswa
Pesan-pesan kesehatan sudah dimasukkan dalam pelajaran dan diulang-ulang penyampaiannya oleh guru. Meskipun kebiasaan mencuci tangan sudah membaik, namun ancaman diare masih ada. Hal ini disebabkan karena para siswa masih membeli makanan diluar sekolah yang diolah menggunakan air yang tidak aman.
Farra dan Eka bincang-bincang dengan siswa
Tim yang melakukan monitoring ke sekolah sehat ini merekomendasikan agar sekolah dapat membentuk tim yang terdiri dari para siswa yang bertugas untuk membantu guru menjaga peralatan sekolah dan membantu membersihkan sekolah setiap minggu. Selain itu para siswa yang lebih besar diharapkan membantu adik-adiknya untuk mengizi air untuk cuci tangan. Pihak sekolah diharapkan dapat merawat peralatan yang sudah diterima, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Bila sekolah dapat menunjukkan upayanya untuk merawat apa yang sudah diterima, diharapkan pihak PMI Kabupaten Kapuas bisa mengupayakan penyediaan sarana air minum yang aman (filter keramik).

Sumber: Mbak Farra (Palang Merah Spanyol)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas