Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jajan Sambil Beramal

Sri Handayani dan Siswa MTsN sedang menunjukkan coklat berlogo PMI
Kuala Kapuas (Inmas)  Jajan sambil beramal, itulah salah satu kegiatan siswa MTsN Selat yang dilakukan untuk mendukung program penggalangan dana yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas, Jum’at (11/4). Dukungan yang diberikan siswa dengan cara membeli produk makanan kecil berupa coklat berlogo PMI yang  telah disiapkan oleh petugas dari PMI Kapuas.

Kepala MTsN Selat Kapuas Sriyadi, M.Pd mengatakan, pihaknya selalu mendukung setiap even yang bertajuk  sosial seperti ini, sebab dengan kegiatan   ini akan menumbuhkan dan memupuk karakter siswa, saling berbagi dan peduli terhadap sesama.

“Melalui penggalangan dana dilingkungan madrasah, ini  merupakan salah satu wujud dukungan terhadap program yang telah direncanakan oleh PMI Kab. Kapuas,” jelas Kepala Madrasah.

Sementara itu Sri Handayani, Staff OD, Volunteers & Training PMI Kapuas mengatakan,  gerakan penggalangan dana melalui cara penjualan makanan kecil kepada siswa memiliki tujuan untuk memasyarakatkan gerakan jajanan sehat dilingkungan sekolah/madrasah. Pada kegiatan ini sifatnya sukarela, siswa tidak wajib untuk membeli, penjualan hanya kepada siswa yang berminat  saja.

“Coklat yang dijual tidak mengandung bahan pengawet, sehingga sangat aman bagi kesehatan siswa,” kata Sri Handayani.

Dana yang terkumpul dari hasil penjualan  lanjut Sri Handayani, akan digunakan untuk mendukung  kegiatan sosial yang dilakukan oleh PMI Kapuas. Adapun  sambutan  siswa madrasah ini cukup baik, ini terlihat dari banyaknya siswa yang berminat untuk membeli produk yang ditawarkan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas antusiasme seluruh siswa, semoga sumbangan yang diberikan sebagai amal ibadah,” katanya (andg)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"