Psikologi Kekayaan: Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Mengelola Uang

Gambar
  Apakah banyaknya harta otomatis membuat kita bahagia dan mulia di sisi Allah? Atau justru bisa menjadi ujian yang menjerumuskan? Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahwa setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umat beliau adalah kekayaan . Pesan ini terasa sangat dekat dengan kondisi kita hari ini: hidup di tengah arus kapitalisme, iklan yang tak putus, dan budaya “harus punya lebih”. Tulisan ini merangkum gagasan penting dari karya Dr. Osman Umarji “Psychology of Wealth: An Islamic Perspective on Personal Finance” tentang bagaimana Islam membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap harta dan keuangan pribadi. 1. Cara Pandang Ekonomi Modern vs Cara Pandang Islam Ekonomi modern (khususnya aliran neoklasik) memandang manusia sebagai makhluk yang selalu mengejar kepuasan maksimal . Tolok ukurnya sederhana: semakin banyak, semakin enak, semakin nyaman, semakin baik. Beberapa ciri cara pandang ini: Tujuan utama: mengejar kesenangan duniawi (pleasure). M...

Pegawai MTsN Selat Disuluh Tentang Penyakit Kanker

Bapak Hari Subagio sedang menyampaikan materi
Kuala Kapuas (Inmas),  Kepala MTsN Selat melalui Wakamad Kurikulum Arbainsyah, M.PdI mengapresiasi kegiatan penyuluhan tentang penyakit tumor dan kanker. Acara ini merupakan   kali pertama yang dilaksanakan di madrasah ini, sehingga  menambah pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya mengenali dan mendeteksi gejala awal penyakit tumor dan kanker.

“Penyuluhan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, guna memberikan pengetahuan tentang penyakit tumor dan kanker,” ucap Arbainsyah saat memberikan sambutan pada penyuluhan tersebut. (Kamis, 24/4).

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker (LPMPK)  berlangsung di salah satu ruangan MTsN Selat, dihadiri oleh guru dan tata usaha, dan dipandu oleh Kepala Tata Usaha Syarifuddin, serta bertindak sebagai pemateri dari (LPMPK) Hari Subagio.

Dalam paparannya Hari Subagio menjelaskan, kanker dapat menyerang siapa saja, pada semua golongan umur, tanpa memandang jenis kelamin kebangsaan atau golongan. Namun demikian, kanker lebih sering menyerang manusia yang berusia lebih dari 35 tahun. Jenis kanker tertentu dapat lebih mengenai golongan tertentu.

Penyebab kanker katanya, dapat dari faktor keturunan, fisika dan kimia dan pola makan, namun yang paling dominan dari ketiga faktor tersebut adalah dari pola makan sehari-hari, yang secara tidak sadar sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah tercampur zat pengaktif sel atau karsinogen.

Sedangkan kebiasaan hidup lanjut Hari Subagio, yang dapat menyebabkan kanker, mengkonsumsi nasi yang dipanaskan lebih dari 24 jam, perokok berat, bergonta-ganti pasangan hidup dan pemakaian minyak jelantah (lebih dari 3 kali).

“Mengurangi konsumsi zat karsinogen, mengkonsumsi makanan anti oksidan, berolah raga secara teratur, dan imonoterapi, cara hemat dan sehat menghindari kanker,” pungkas Hari Subagio. (andg)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas