UPT Puskesmas Sei Tatas Melakukan Skrining Kesehatan Jiwa

Gambar
  Saka Lagaun, 30 Mei 2024 UPT. Puskesmas Sei Tatas melakukan skrining kesehatan jiwa kepada masyarakat Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Menurut Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa, Mariana, S.Kep., Ns., m anfaat skrining  kesehatan mental pada dasarnya adalah untuk mendeteksi lebih cepat atau menentukan risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar gangguan makan, atau gangguan stress pasca trauma (PTSD).  Skrining Kesehatan jiwa dilakukan kepada masyarakat yang memiliki gejala seperti : Sering merasa cemas, khawatir, atau takut yang berlebihan Suasana hati (mood) cepat berubah dan ekstrim Cepat sedih dan mudah emosi Kurang energi atau kelelahan Merasa diri tidak berharga atau self-esteem rendah Sulit berkonsentrasi Sulit mengatasi stres Sering menghindari situasi sosial atau komunikasi dengan orang lain Pernah atau berisiko menyakiti diri sendiri (self-harm) Sempat berpikir atau bahkan sudah mencob

Pegawai MTsN Selat Disuluh Tentang Penyakit Kanker

Bapak Hari Subagio sedang menyampaikan materi
Kuala Kapuas (Inmas),  Kepala MTsN Selat melalui Wakamad Kurikulum Arbainsyah, M.PdI mengapresiasi kegiatan penyuluhan tentang penyakit tumor dan kanker. Acara ini merupakan   kali pertama yang dilaksanakan di madrasah ini, sehingga  menambah pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya mengenali dan mendeteksi gejala awal penyakit tumor dan kanker.

“Penyuluhan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, guna memberikan pengetahuan tentang penyakit tumor dan kanker,” ucap Arbainsyah saat memberikan sambutan pada penyuluhan tersebut. (Kamis, 24/4).

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker (LPMPK)  berlangsung di salah satu ruangan MTsN Selat, dihadiri oleh guru dan tata usaha, dan dipandu oleh Kepala Tata Usaha Syarifuddin, serta bertindak sebagai pemateri dari (LPMPK) Hari Subagio.

Dalam paparannya Hari Subagio menjelaskan, kanker dapat menyerang siapa saja, pada semua golongan umur, tanpa memandang jenis kelamin kebangsaan atau golongan. Namun demikian, kanker lebih sering menyerang manusia yang berusia lebih dari 35 tahun. Jenis kanker tertentu dapat lebih mengenai golongan tertentu.

Penyebab kanker katanya, dapat dari faktor keturunan, fisika dan kimia dan pola makan, namun yang paling dominan dari ketiga faktor tersebut adalah dari pola makan sehari-hari, yang secara tidak sadar sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah tercampur zat pengaktif sel atau karsinogen.

Sedangkan kebiasaan hidup lanjut Hari Subagio, yang dapat menyebabkan kanker, mengkonsumsi nasi yang dipanaskan lebih dari 24 jam, perokok berat, bergonta-ganti pasangan hidup dan pemakaian minyak jelantah (lebih dari 3 kali).

“Mengurangi konsumsi zat karsinogen, mengkonsumsi makanan anti oksidan, berolah raga secara teratur, dan imonoterapi, cara hemat dan sehat menghindari kanker,” pungkas Hari Subagio. (andg)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan