The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Kita kehilangan makna syukur

Ustadz Abdul Hamid sedang memberikan ceramah
Oleh : Abdul Hamid (Wakil Kepala Pengadilan Agama Kuala Kapuas)
  • Ketika syukur itu keliru, maka azab yang akan kita alami.
  • Guru Zaini berpesan: kalau engkau bersyukur dengan benar, Allah akan menambah keberkahan umurmu.
  • Hamdalahnya sama. Ini dikirim ke hati. Akan ditunjukkan dengan sikap. Maka sempurnalah syukur itu.
  • Syukur kita tidak terhubung antara sikap dan hati. Sehingga azab yang mengenai kita.
  • Kalau kita tidak mensyukuri apa yang dimiliki, maka itu pasti menjadi kesulitan.
  • Abu Raqib Naufal – nama pena Abdul Hamid.
  • Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Bila orang tua kita sakit hati, maka berapa pun amal kita, tidak akan bisa menembus langit. Kalau orang tua sudah meningga: 
    • Bersedekahlah untuk orang tua
    • Kirimlah bacaan Qur’an untuk orang tua
  • Siapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan, tapi dia tidak sempat melaksanakannya, maka Allah akan menyempurnakan pahalanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas