Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Maulid Habsyi Dimata Salah Satu Warga Kapuas

Kelompok Maulid Habsyi Nurul Iman

Pada setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di kabupaten kapuas, khususnya peringatan hari hari besar Islam, maka Maulid Habsyi tidak pernah tertinggal. Maulid ini hampir menjadi trade mark untuk PHBI.

Masyarakat yang mendengar maulid ini tampak khusyu' mendengar pembacaan maulid habsyi meskipun mereka tidak mengerti apa yang mereka dengar. Mungkin seperti orang yang yang menyukai konser band luar negeri meskipun mereka tidak mengerti apa yang dinyanyikan oleh penyanyinya, mereka bisa merasa senang.

Nilai tambah dari maulid ini adalah sebuah keyakinan bahwa mereka akan mendapatkan pahala dengan ikut membaca shalawat secara bersama sama. Semua yang dibaca dalam maulid habsyi adalah tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW berikut dengan berbagai teladan perilaku yang patut untuk ditiru. Sayang sebagian besar masyarakat tidak mengerti apa yang mereka dengar.

Pembacaan maulid habsyi merupakan salah satu cara untuk mengajak generasi muda agar dekat dengan kegiatan pengajian. Umumnya pemain terbang-nya adalah anak-anak muda. Sedangkan para hadirin dalam PHBI umumnya adalah orang dewasa dan orang tua.

Jasa yang diterima oleh kelompok Habsyi biasanya tidak banyak, namun banyak yang ikut kelompok ini bukan untuk mendapatkan uang sakunya tapi kesempatan untuk bisa mengekspresikan dirinya. Para pembaca maulid ini mulai dari anak kecil sampai orang tua.

Maulid ini biasanya dibacakan sebagai penarik perhatian dari para undangan bahwa acara akan dimulai. Umumnya pembacaan maulid ini dilakukan satu jam sebelum acara dimulai. Kadang kadang maulidnya berakhir agak larut sehingga ceramahnya pun menjadi larut dimulainya.

Bagi mereka yang sudah bertahun-tahun mendengarkan Maulid Habsyi maka biasanya mereka akan hapal akan syairnya. Bahkan mereka yang sejak kecil mendengarkan syair maulid ini bisa menyanyikannya dengan sangat fasih, apalagi bila bacaan Qurannya bagus.

Umumnya para penceramah diminta untuk membacakan doa yang mengakhiri pembacaan Maulid Habsyi. Jadi ini adalah ketrampilan yang disarankan untuk dimiliki oleh penceramah yang sering berceramah dilingkungan masyarakat yang sering membaca maulid habsyi.

Potongam maulid :
Ahmad ya habibi, Ahmad ya habibi, Ahmad ya habibi, ya habibi salam 'alaika, salam 'alaika.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas