Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

Shalat - Pemahal-mahal Ibadah

Guru Parhani (ketiga dari kanan) sedang menyampaikan ceramah

Dalam ceramah Isra' MI'raj pada hari Senin, 26 Mei 2014 di Langgar Inayah Guru Parhani menyampaikan bahwa shalat adalah pemahal ibadah. Bila ibadah lain perintah mengerjakannya disampaikan melalui malaikat jibril, maka shalat ini perintahnya disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW.

Bila kita ingin mengirim beras dari anjir serapat ke barabai, maka kita berani menitipkannya pada travel. Tapi bila kita mau mengirim satu kilo emas, maka kita tidak berani mengirimnya lewat travel. Kita akan mengantarnya sendiri atau memanggil orang yang akan dikasih tersebut.

Saat ini masih banyak kaum Muslimin yang mengabaikan sesuatu yang lebih berharga (shalat) dan cenderung mengambil sesuatu yang lebih murah yaitu ibadah lain. Padahal shalat merupakan kepalanya ibadah. Bila orang tidak shalat maka ibadah lainnya menjadi tidak berarti.

Shalat seharusnya bisa membuat seseorang bisa menghindari perbuatan keji dan mungkar. Buya Hamka pernah ditanya mengapa orang yang shalat akhlaknya tetap buruk dibandingkan orang yang tidak shalat. Buya Hamka menjawab bahwa kalau orang yang tidak shalat itu shalat maka dia akan lebih bahagia, Kalau orang yang shalat itu memperbaiki shalatnya maka dia akan lebih baik akhlaknya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas