Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

MTsN Selat Gelar Berbuka Puasa Bersama

Suasana Buka Puasa Bersama MTsN Selat
Kuala Kapuas (Inmas), Untuk menjalin kebersamaan sesama siswa, guru serta tenaga tata usaha,  MTsN Selat Kuala Kapuas menggelar acara berbuka puasa bersama. Acara dihadiri oleh Kepala MTsN Selat Sriyadi, M.Pd, Ka. Urusan Tata Usaha Syarifuddin dan staf, para dewan guru dan siswa, Sabtu (12/7). Mengambil lokasi di halaman madrasah, salah satu  acara ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh  dewan guru H. Khairul Fahmi, M.S.I

Saat memberikan  sambutan Sriyadi mengatakan, dalam mengisi kegiatan Ramadhan harus memegang lima prinsip sukses, yaitu sukses dalam berpuasa, sukses melaksanakan sholat taraweh di masjid atau dirumah, sukses membayar zakat dan sukses sholat Idul Fitri.

Sukses dalam puasa lanjut Kepala madrasah, bagi siswa  harus menjalankan puasa dengan baik. Biarpun ada sebagian siswa yang belum memasuki masa wajib puasa namun harus sudah mulai berlatih untuk menjalankannya. Hindari kegiatan yang banyak menyita tenaga, sehingga puasa akan sukses dilaksanakan sampai tunai satu bulan penuh.

Untuk mengisi kegiatan malam hari kata Sriyadi, lakukan  sholat sunah tarawih baik di masjid maupun dirumah. Saat berangkat dari rumah ke Masjid niatkan  satu tujuan untuk menjalankan sholat berjama'ah.

Sedangkan  kewajiban lain beber Sriyadi, yakni membayar zakat fitrah dan menjalankan sholat Idul Fitri. Zakat  akan diberikan kepada orang yang berhak menerima,  diantaranya kepada kaum dhu'afa,  tujuannya agar  pada saat merayakan hari raya Idul Fitri  mereka memiliki bekal untuk merayakannya.

“Jalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, dan isi Ramadan ini dengan perbanyak ibadah,” harap Sriyadi.

Sementara itu H. Khairul Fahmi dalam ceramahnya  menjelaskan, banyak sekali perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Perbuatan tersebut diantaranya
berbohong, membuat sakit hati orang lain, mengadu domba sesama kawan, memandang lawan jenis disertai dengan nafsu.

“Hindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, sehingga ibadah puasa kita akan sempurna,” pungkas H. Khairul Fahmi. (andg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)