The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Manasik Calon Jama'ah Haji Kabupaten Kapuas 2014

dr. Tri Setyautami, MPHM sedang memberikan materi "Tetap Sehat Selama Haji"
Pada tanggal 5-14 Agustus 2014 dilaksanakan kegiatan manasik bagi calon jama'ah haji Kabupaten Kapuas. Menurut keterangan Bapak Hamidan, Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umroh, ada 204 calon jama'ah haji yang mengikuti kegiatan ini. Mereka dibagi dalam lima kelas. Bimbingan ini dilakukan oleh para petugas yang pernah melaksanakan ibadah haji, baik dari tenaga kesehatan maupun bimbingan ibadah haji.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas