Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pasar di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Keberadaan pasar di suatu tempat memang mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan perekonomian, seperti halnya yang ada di Desa Sei Ahas Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Dengan penerangan dari genset pasar ini digelar setiap Rabu malam dari jam 18.00 - 23.00 WIB. Pedagang yang ada di pasar ini kebanyakan berasal dari Palingkau namun juga ada beberapa pedagang dari Kuala Kapuas, dan Banjarmasin yang ikut kapal dagang untuk berkeliling dari kampung ke kampung yang ada di Kecamatan Mantangai. Barang yang dijual berupa kebutuhan pokok dan ada juga sedikit barang elektronik. 

Pasar ini sangat berarti sekali bagi masyarakat Desa Sei Ahas mengingat moda transportasi menuju pusat kota Mantangai hanya lewat jalur sungai yang biasanya ditempuh selama ± 2 jam perjalanan menggunakan perahu/sampan kecil bermesin milik pribadi, dan untuk menuju kota Kuala Kapuas sendiri hanya ada setiap hari Sabtu sedangkan dari Kuala Kapuas adanya hari Rabu dengan menggunakan kapal motor tujuan Kapuas-Timpah yang ditempuh selama ± 6 jam perjalanan dengan membayar ongkos sebesar Rp. 70.000,-

Adanya aktivitas pasar ini juga bisa menjadi tempat untuk saling bersilaturahmi dan sebagai hiburan bagi masyarakat Desa Sei Ahas.

Pasar Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)