The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Supervisi Dinas Kesehatan ke Puskesmas Palangkau

Foto bersama petugas Puskesmas Palangkau
Pada hari Senin, 11 Agustus 2014, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh kepala dinas, Ibu Adelina Yunus berkunjung ke Puskesmas Palangkau yang terletak di Desa Palangkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung. Ikut dalam rombongan ini tiga orang kepala bidang, satu orang kepala seksi dan dua orang staf.

Dalam kegiatan ini, rombongan melihat pelaksanaan program-program pelayanan di puskesmas, sesuai dengan bidang yang ada dalam tim supervisi. Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) mensupervisi kegiatan penanggulan penyakit seperti Imunisasi, pelaksanaan program penanggulangan TBC dan lain-lain. Bidang Sumber Daya Kesehatan mengingatkan masalah Surat Ijin Praktek (SIP), Surat Ijin Kerja (SIK), masalah ketenagakerjaan di Puskesmas (tunjangan) dan lain-lain.

Puskesmas mengeluhkan data penduduk desa yang tidak sama dengan BPS. BPS menyebutkan banyak KK di desa tersebut, namun kenyataannya hanya ada empat KK di sana. Puskesmas juga tidak memiliki kendaraan yang dapat digunakan untuk merujuk pasien. Rumah untuk tenaga kesehatan juga sangat terbatas, ada satu rumah dinas yang ditempati oleh tiga keluarga. Puskesmas juga kekurangan oksigen dan tandu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas