BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Supervisi Dinas Kesehatan ke Puskesmas Palangkau

Foto bersama petugas Puskesmas Palangkau
Pada hari Senin, 11 Agustus 2014, rombongan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang dipimpin oleh kepala dinas, Ibu Adelina Yunus berkunjung ke Puskesmas Palangkau yang terletak di Desa Palangkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung. Ikut dalam rombongan ini tiga orang kepala bidang, satu orang kepala seksi dan dua orang staf.

Dalam kegiatan ini, rombongan melihat pelaksanaan program-program pelayanan di puskesmas, sesuai dengan bidang yang ada dalam tim supervisi. Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) mensupervisi kegiatan penanggulan penyakit seperti Imunisasi, pelaksanaan program penanggulangan TBC dan lain-lain. Bidang Sumber Daya Kesehatan mengingatkan masalah Surat Ijin Praktek (SIP), Surat Ijin Kerja (SIK), masalah ketenagakerjaan di Puskesmas (tunjangan) dan lain-lain.

Puskesmas mengeluhkan data penduduk desa yang tidak sama dengan BPS. BPS menyebutkan banyak KK di desa tersebut, namun kenyataannya hanya ada empat KK di sana. Puskesmas juga tidak memiliki kendaraan yang dapat digunakan untuk merujuk pasien. Rumah untuk tenaga kesehatan juga sangat terbatas, ada satu rumah dinas yang ditempati oleh tiga keluarga. Puskesmas juga kekurangan oksigen dan tandu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)