Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

IDI Kapuas mempersiapkan Seminar dan Muscab

dr. Rosihan Anwar (kanan) sedang memberikan masukan
Dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Cabang dan memeriahkan Hari Kesehatan Nasional, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kapuas merencanakan kegiatan seminar kesehatan. Seminar ini rencananya akan diselenggarakan pada pertengahan bulan November 2014. Seminar ini akan membahas berbagai masalah kesehatan yang sedang menjadi pembicaraan ditengah masyarakat pada saat ini.

Panitia yang terdiri dari para dokter di rumah sakit, puskesmas dan praktek swasta mulai sibuk mempersiapkan acara ini. Diharapkan pada saat pelaksanaan nanti banyak masyarakat yang bisa terlibat dalam seminar ini. Setelah kegiatan seminar, IDI Cabang Kapuas akan menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Cabang untuk memilih ketua baru.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas