Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Sulitnya Medan di Kapuas Tengah

Jalan di Kapuas Tengah (Courtesy of Albiansyah)
Bertugas di kecamatan Kapuas tengah memiliki tantangan tertentu. Untuk menuju ke tempat tersebut dari Kuala Kapuas, kita harus melewati Kota Palangka Raya. Waktu tempuh ke sana bisa mencapai enam jam perjalanan. Dahulu, di jaman speedboat waktu tempuhnya 8 jam dengan satu kali istirahat makan siang di Desa Petak Putih, Kecamatan Timpah.

Saat ini jalan ke Pujon sudah mengalami pengerasan, sehingga lebih mudah untuk dijangkau. Namun dari Pujon ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah, kondisi jalan masih sangat memprihatinkan, sebagaimana terlihat dalam foto diatas. Pemerintah sudah merintis jalan menuju ke Sei Hanyu dari Pujon, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan.

Kesulitan mengakses desa-desa di sekitar Pujon membuat biaya transportasi di daerah ini menjadi mahal. Kemahalan ini memberi implikasi terhadap dana pelayanan kesehatan di Puskesmas. Meskipun Puskesmas sudah mendapat dana BOK dan BPJS Kesehatan, namun karena medannya sangat sulit, dana yang cukup besar tersebut pun dirasa masih kurang.

Kesulitan medan tidak membuat para petugas kesehatan, tenaga pendidik, petugas kecamatan mundur dari lokasi ini. Mereka yang tetap bertahan di lokasi yang sulit ini patut mendapatkan perhatian dari pemerintah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)