Muhammadiyah Kapuas Bersama Mitra Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal di Desa Simpang Jaya

Gambar
Barito Kuala – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Lazismu, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin serta Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI Kabupaten Kapuas, melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan sunatan massal di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sekitar 100 warga mengikuti layanan pengobatan gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai kebutuhan. Selain itu, sebanyak 20 anak mengikuti program sunatan massal yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan relawan secara profesional dan mengutamakan keselamatan pasien. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT Puskesmas Wanaraya beserta staf , yang memberikan dukungan dan apresiasi atas te...

Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Kapuas ke RSUD

Anggota Dewan sedang menyimak penjelasan direktur rumah sakit
Pada hari Jum'at, 17 Oktober 2014 anggota DPRD Kabupaten Kapuas mengadakan kunjungan ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Dalam kunjungan ini anggota dewan menanyakan masalah pasien-pasien BPJS Kesehatan. Selain itu dewan juga menanyakan tentang rehab ruang Anggrek dan lelang Paviliun.

Direktur menjelaskan bahwa saat ini masyarakat miskin memerlukan dana premi untuk BPJS Kesehatan. Tentang rehab anggrek akan diusahakan dari dana yang ada. Diharapkan tahun depan dapat 10 ruangan. Sedangkan untuk paviliun belum digunakan untuk perawatan karena bangunan belum selesai. 

Anggota dewan mengeluhkan bahwa masyarakat yang tinggalnya jauh tidak bisa membayar premi karena di pedalaman tidak ada bank. 

Direktur menjelaskan tentang niat Bupati untuk menjadikan rumah sakit menjadi tipe B. Untuk mendanai dokter spesialis digunakan dana BLUD. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang keluhan masyarakat yang menyatakan lama menunggu dokter spesialis. Hal itu terjadi karena dokter spesialis harus periksa pasien di ruangan atau sedang operasi. 

Mengenai tenaga kesehatan direktur menjelaskan bahwa rumah sakit kekurangan tenaga yang bersifat khusus seperti spesialis. 

Anggota dewan menanyakan tentang kelengkapan persyaratan BPJS Kesehatan. Selain itu juga ada pertanyaan tentang dana premi untuk pasien BPJS Kesehatan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)