Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Perpisahan Dengan Pimpinan Yayasan Islam Al-Amin Kapuas

Ibu Nor Awalia (kedua dari kanan)
Pada hari Sabtu, 17 Januari 2015 bertempat di SDIT Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan perpisahan dengan ketua yayasan, Hj. Nor Awalia, STP. Sekretaris yayasan menyajikan kemajuan yang sudah dicapai yayasan selama kepemimpinan beliau.

Dalam sambutannya Ibu Nor Awalia menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar harus disertai dengan nilai ruhiyah, sehingga pelajaran yang disampaikan itu dari hati. Beliau mengajak para guru untuk terus mempertahankan kegiatan pengajian pekanan yang sudah dilaksanakan selama ini.

Setelah sambutan dari pembina yayasan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dengan Ibu Nor Awalia, mulai dari TPA & KBIT, TKIT, SDIT, SMPIT, Pondok Pesantren, Pengurus dan Pembina Yayasan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"