Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Simposium Mini "Pengendalian Diabetes dan Hipertensi Dalam Praktek Sehari-hari" - Iklan

dr. Bambang Djarwoto, SpPD-KGH

Insya Allah pada hari Sabtu, 31 Januari 2015, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kapuas bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Kapuas menyelenggarakan Simposium Mini dengan tema "Pengendalian Diabetes dan Hipertensi Dalam Praktek Sehari-hari". Pembicara dalam simposium ini adalah:

  • dr. Bambang Djarwoto, SpPD-KGH (Konsulen Ginjal Hipertensi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada)
  • dr. Gusti Hariyadi Maulana, M.Sc., SpPD (Spesialis Penyakit Dalam pada RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo)
Sebelum simposium, direncanakan akan diselenggarakan lokakarya pemeriksaan fisik yang akan dipandu oleh dr. Bambang Djarwoto, SpPD., KGH.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"