Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Dokter Internsip Ikut Laporan Jaga di Rumah Sakit

Dokter internsip sedang menyajikan kasus
Sejak hari Senin, 17 Maret 2015, para dokter internsip yang bertugas di IGD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah mulai melakukan kegiatan laporan jaga. Kegiatan ini dilaksanakan di aula rumah sakit setiap pukul 07.15 WIB sampai selesai. Kegiatan ini dibimbing oleh dokter spesialis yang bertugas sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Kegiatan ini ditujukan untuk memantau pasien-pasien yang masuk rumah sakit sekaligus berbagi ilmu antara dokter spesialis, dokter umum dan dokter internsip.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"