Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Lomba Membuat Tandu dan Cerdas Cermat (Red Cross Competition - RCC)

Peserta Lomba Cerdas Cermat
Pada hari Minggu, 29 Maret 2015 bertempat di SMKN 3 Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Red Cross Competition Tingkat Wira. Kegiatan lombanya adalah lomba membuat tandu dan lomba cerdas cermat. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota Palang Merah Remaja Tingkat Wira dari 9 sekolah dilingkungan Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya meliputi 20 regu untuk masing-masing lomba. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.00 - 15.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan