Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Tidur di Angkot, Bis dan Sepeda Motor

Pagi ini, Senin, 9 Maret 2015 saat berada di angkot jurusan Depok-Pasar Minggu saya melihat pemandangan yang sangat lazim yaitu para penumpang angkot, bis kota dan penumpang motor sedang tidur. Beda dengan Kalimantan Tengah dimana orang tidur karena perjalanannya jauh. Tapi disini orang tidur karena kendaraannya jalan perlahan karena macet. Hal ini sangat menyehatkan karena saat tidur orang tidak ada yang ngomel-ngomel tentang kemacetan. Ketika nanti mereka turun dari kendaraan mereka lebih segar karena sempat tidur sebentar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas