Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Tidur di Angkot, Bis dan Sepeda Motor

Pagi ini, Senin, 9 Maret 2015 saat berada di angkot jurusan Depok-Pasar Minggu saya melihat pemandangan yang sangat lazim yaitu para penumpang angkot, bis kota dan penumpang motor sedang tidur. Beda dengan Kalimantan Tengah dimana orang tidur karena perjalanannya jauh. Tapi disini orang tidur karena kendaraannya jalan perlahan karena macet. Hal ini sangat menyehatkan karena saat tidur orang tidak ada yang ngomel-ngomel tentang kemacetan. Ketika nanti mereka turun dari kendaraan mereka lebih segar karena sempat tidur sebentar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas