Mengubah Niat Menjadi Aksi Nyata: Panduan Sukses di Bulan Ramadan

Gambar
  Ramadan adalah waktu yang sempurna untuk refleksi, pertumbuhan spiritual, dan transformasi diri. Namun, mari kita jujur—sebagian besar dari kita memasuki Ramadan dengan daftar panjang target spiritual, tetapi sering kali kesulitan untuk menjalankannya secara konsisten. Riset menunjukkan bahwa 90% orang membuat target, tetapi hanya 8% yang benar-benar berhasil mencapainya. Kesenjangan antara niat dan aksi ini sangat nyata, dan ternyata tradisi Islam telah membahasnya sejak 1.400 tahun yang lalu. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:  "Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan."  Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat: kesuksesan di bulan Ramadan bukan hanya tentang memiliki niat baik, tetapi tentang  menggabungkan niat dengan tindakan yang konsisten dan terfokus. Jadi, bagaimana cara agar target Ramadan kita tidak hanya menjadi wacana? Jawabannya terletak pada  Kerangka Tiga Lapis —sebuah pendekatan ...

dr. Tonun Irawaty, nominator dokter teladan

Spanduk ucapan selamat datang bagi tim penilai
Pada hari Sabtu 18 April 2015 ada suasana lain di Puskesmas Melati, Kec. Selat Kab. Kapuas. Rupanya pagi itu semua sedang bersiap-siap kedatangan tamu dari Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi Kalteng. Dari 4 tenaga kesehatan yang diusulkan dari Kabupaten Kapuas , hanya dr. Tonun Irawaty P yang berhasil masuk menjadi salah satu nominator untuk kategori tenaga medis (dokter).

dr. Agustina Ponasti dan dr. Herry Tjahyono (dua tengah)
Presentasi telah dipaparkan awal April yang lalu, dan kali ini para tim juri akan melakukan klarifikasi di lapangan. Aspek yang dinilai tentu tidak hanya pribadi sebagai seorang tenaga medis, namun sejauh mana kiprah di puskesmas (manajemen, upaya kesehatan perorangan, upaya kesehatan masyarakat), pelibatan peran serta masyarakat, organisasi profesi, lintas sektor, dan sebagainya. 
Tim Juri yang hadir adalah dr. Hery dari Ikatan Dokter Indonesia dan dr. Agustina Ponasti dari Dinkes Provinsi Kalteng. 

Sambutan dr. Tonun Irawaty
Momen penilain ini cukup meriah karena dihadiri pula oleh para tokoh masyarakat, PKK, kader posyandu (menyambut dengan rebananya), anak-anak PAUD binaan Puskesmas Melati, organisasi profesi, perwakilan Kecamatan, Lurah, Polres, pendeta, tokoh agama, selain tentunya dari Dinas Kesehatan.

Semoga momentum penilaian ini membawa kebaikan bagi majunya pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas