Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Pelajaran Setelah Mendaki Gunung Gandul

Pemandangan dari Gunung Gandul
Saat mendaki Gunung Gandung, Dusun Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, admin menyempatkan diri untuk merekam suasana di ketinggian gunung tersebut. Ada beberapa foto yang diambil dari berbagai ketinggian yang berbeda. Saat berada di puncak gunung, admin menyempatkan diri untuk mengambil foto panorama. Setelah turun dari puncak, tidak ada lagi semangat untuk mengabadikan pemandangan di sekeliling gunung tersebut, karena sudah mendapatkan yang terbaik.


Saat itu terpikirlah oleh admin, bahwa ketika seseorang sudah mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi, maka apa-apa yang berada dibawahnya tidak lagi menjadi sesuatu yang dikejar-kejar. Admin teringat dengan para penghuni surga yang ketika mereka sudah melihat Allah SWT, mereka sudah merasa cukup dengan kenikmatan yang mereka terima, karena mereka sudah mendapatkan kenikmatan yang tertinggi.

Itulah sebabnya Allah SWT senantiasa mengajak manusia untuk memiliki cita-cita mulia, sehingga apa-apa yang ada di dunia tidak menjadi penghalang baginya untuk melaksanakan kebaikan demi meraih kebahagiaan di akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)