Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

50 hal tentang shalat


  1. Generasi salaf (anggota dari tiga generasi pertama Muslim) akan mengajarkan kepada orang yang mereka temui tentang pentingnya shalat dimanapun mereka bertemu. Dalam Sahih Bukhari diriwayatkan oleh Aisah r.a.  bahwa mereka akan mengajar orang tentang aturan dan pentingnya shalat.
  2. Imam al-Marwazi, akan dipuji oleh orang-orang di zamannya karena bagaimana hebatnya beliau dalam shalatnya. 
  3. Shalat adalah amal yang paling penting dalam Islam sesudah syahadat, lihat Surat Bayyinah, bagaimana Allah menyebut perintah Shalat segera sesudah syahadat.
  4. Dalam surat At-Taubah Allah mengaitkan persaudaraan dengan Shalat, jika orang-orang Musyrik bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat maka mereka adalah saudaramu dalam agama.
  5. Rasulullah SAW diperintahkan oleh Allah untuk memerangi mereka yang mengabaikan shalat.
  6. Abu Bakar r.a. memerangi siapa saja yang berhenti shalat sesudah kematian Rasulullah.
  7. Secara Islam, jika seseorang shalat ke arah selain Qiblat, orang tersebut tidak dikatakan seorang Muslim. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak shalat sama sekali?
  8. Semua rasul yang lalu mendirikan shalat.
  9. Ketika Allah membawa Musa a.s. mendekati dan berbicara dengan-Nya, amal pertama yang diajarkan kepada Musa adalah shalat. Lihat surat Taha.
  10. Tukang sihir yang memerangi Musa biasa melakukan kesyirikan, tetapi ketika mereka menyadari kesalahan mereka dan bertaubat, hal pertama yang mereka lakukan adalah sujud kepada Allah.
  11. Allah memerintahkan Musa untuk mengatakan kepada umatnya untuk mendirikan shalat. Lihat surat Yunus.
  12. Nabi Isa a.s. berbicara dalam gendongan dan ketaatan pertama yang disebutnya yang telah diperintahkan adalah shalat. Lihat surat Maryam.
  13. Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan anak laki-lakinya dan Hajar di lembah yang gersang (Mekah) dan dari semua amal yang di do'akannya bagi mereka dan dirinya adalah mereka akan mendirikan shalat. Lihat surat Ibrahim.
  14. Allah memuji Nabi Ismail dalam Qur'an dan hal itu karena dia biasa mendirikan shalat dan memerintahkan keluarganya untuk melakukannya.
  15. Allah menyebutkan secara khusus bagaimana Nabi Zakariya akan berdiri di Mihrab (tempat shalat) berdo'a kepada Tuhannya. Lihat Surat Ali Imran.
  16. Ketika Ibrahim akan menyembelih Ismail dan dia meletakkan wajahnya ke bawah sebagaimana disebutkan dalam surat As-Shafaat, ulama seperti Mujahid dan Ishaq menyebut maksudnya adalah sujud.
  17. Ketika Nabi Daud menyadari kesalahannya (Surah Shaad), hal pertama yang dilakukannya adalah sujud kepada Allah (dengan kata lain, shalat).
  18. Nabi Sulaiman lupa melaksanakan shalat Ashr karena lupa dan asyik dengan kudanya, hal ini dilakukannya secara tidak sengaja dan hanya terjadi sekali. Meskipun demikian, ini adalah sesuatu yang besar baginya dan dia bertaubat dengan mengorbankan kuda yang paling disayanginya. Lihat surat Shaad.
  19. Disebut dalam Sunnah, bagaimana Nabi Daud biasa shalat malam, hal ini menunjukkan bagaimana seriusnya dia terhadap shalatnya.
  20. Ketika Nabi Yunus ditelan oleh paus, Allah menyebut dalam surat Shafaat bahwa jika dia tidak memuji Allah, dia tetap akan berada di perut paus sampai hari kiamat. Ulama mengatakan, pujian tersebut maksudnya adalah dia akan mendirikan shalat.
  21. Penduduk Madyan yang diutus kepada mereka Nabi Syu'aib, melecehkan beliau dengan mengatakan, lakukan shalat yang diperintahkan kepadamu ...? (Surat Hud). Hal ini menunjukkan bahwa mereka akan selalu melihat beliau shalat dan bahwa Syu'aib dikenal diantara kaumnya karena shalatnya. 
  22. Rasulullah menyebutkan dalam hadits shalat bahwa bilamana para rasul menghadapi kesulitan, mereka akan segera shalat.
  23. Setiap orang yang melalaikan shalat adalah karena mengikuti hawa nafsunya, apakah karena dia suka tidur, suka bekerja dan mencari uang, dan lain-lain.
  24. Beberapa Salaf bertanya kepada orang tuanya, saat masih kecil, tentang shalat.
  25. Mereka yang masuk neraka, ketika ditanyakan apa yang menyebabkan mereka memasukinya, mereka tidak menyebut amal lain diantara amal wajib, selain shalat. Lihat surat Mudatsir.
  26. Dalam surat Al Munafiqun, Allah memberi peringatan kepada orang-orang yang beriman untuk tidak membiarkan harta dan anak-anak mereka menghentikan mereka dari mengingat Allah - para ulama menyebut bahwa mengingat Allah disini artinya shalat.
  27. Dalam surat Al-Lail ketika Allah menyebut mereka yang tidak beriman, Dia mengatakan, "Dia tidak percaya dan tidak shalat" jadi Allah menyebut secara khusus bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak shalat. Dan jika bukan karena pentingnya shalat dalam Islam, Allah tidak akan mengutamakan satu amal ini diantara amal-amal lainnya dalam Islam yang ditinggalkan oleh orang-orang yang tidak beriman selain shalat. 
  28. Rasulullah menyebutkan dalam salah satu hadits bahwa mereka yang tidak shalat akan dibangkitkan bersama Qarun, Haman dan Fir'aun. Orang beriman yang mana yang akan suka dengan teman yang demikian di Hari Pembalasan?
  29. Perhatikan bagaimana Rasulullah menyebut tiga orang ini secara khusus, para ulama mengatakan alasannya adalah, Qarun dicegah dari kebaikan dan mengingat Allah karena kekayaannya, Haman dihentikan karena cintanya akan pekerjaan dan Fir'aun dicegah karena kepemimpinan dan mengikuti hawa nafsunya. Dan jika anda benar-benar memperhatikannya, akan akan melihat bahwa sebagian besar orang-orang yang tidak shalat adalah mereka yang berasal dari tiga jenis orang ini.
  30. Mengerjakan shalat secara teratur akan mencegah seseorang berputus asa dari rahmat Allah, perhatikan bagaimana dalam surat Al-Ma'arij, Allah menyebutkan mereka yang shalat sebagai perkecualian dari aturan umum dari keputus asaan diantara manusia. 
  31. Dalam surat Maryam, Allah mengancam mereka yang shalat tetapi menunda shalatnya, akan dilemparkan ke dalam Al-Ghayya yang merupakan bagian dari Neraka Jahanam. Sekarang bayangkan bagaimana kasus bagi  mereka yang tidak shalat sama sekali. 
  32. Tidak ada ibadah dalam Islam yang memerlukan Thaharah selain shalat, hal ini menunjukkan status shalat dalam agama kita.
  33. Masih dalam surat Maryam, Allah menyebutkan berbagai nabi dan kemudian menyimpulkan dengan menyebutkan bagaimana semua dari mereka akan sujud (dengan kata lain shalat) ketika diingatkan akan ayat dari Tuhan mereka.
  34. Beberapa hadits menyebut kepada banyaknya pahala mengerjakan wudhu, berjalan ke masjid, menunggu shalat, dan lain-lain. Jika semua ini berlaku bagi hal-hal yang mengarah pada shalat, bagaimana dengan pahala shalatnya sendiri?
  35. Juga dalam surat Al-Ma'un, Allah mengancam mereka-mereka yang shalat tetapi melakukannya tanpa memberi perhatian terhadap shalat mereka. Dia mengancam mereka dengan al-Wail yang merupakan kehancuran. Jika hal ini terjadi bagi mereka yang melaksanakan shalat, lalu bagaimana dengan orang yang menolak shalat sama sekali?
  36. Semua ibadah dalam Islam hanya memerlukan waktu tertentu atau dalam kondisi tertentu, seperti puasa Ramadhan, ini hanya sekali setahun. Zakat hanya diwajibkan pada seorang yang memiliki harta, sama dengan Haji. Sedangkan shalat, selalu diwajibkan, dari orang sakit, miskin dan lain-lain (dengan cara yang mampu dilakukannya).
  37. Wanita yang menstruasi tidak diwajibkan untuk shalat, dan hal ini menunjukkan kesucian dan tingginya status shalat dalam Islam.
  38. Musafir (pelancong) tidak dikecualikan dari shalat, meskipun dia mengalami banyak kesulitan dalam perjalanannya, dia hanya diijinkan untuk memendekkan beberapa shalat tetapi tidak meninggalkannya sama sekali. 
  39. Jika anda dapat shalat dengan berdiri, maka anda harus melakukannya. Jika tidak, maka shalatlah sambil duduk. Jika tidak mampu maka shalatlah sambil tidur dan seterusnya. Shalat tidak dapat diabaikan.
  40. Meskipun dalam peperangan, Mujahidin tidak diijinkan untuk mengabaikan shalat. 
  41. Thaharah (bersuci) adalah sesuatu yang diwajibkan untuk shalat, tetapi bagi mereka yang tidak dapat melakukannya, maka ada pengganti yaitu Tayamum.
  42. Sama dengan itu, jika seseorang telanjang dan tidak dapat menemukan pakaian untuk menutupi badannya, mereka tetap diwajibkan untuk melaksanakan shalat dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa melaksanakan shalat.
  43. Selama melaksanakan bentuk ibadah lain seperti puasa, haji dan lain-lain, seseorang diijinkan untuk berbicara, tidur, tertawa dan seterusnya selama melaksakan ibadah ini. Sedangkan dalam shalat semua hal tersebut menjadi terlarang. Hal ini maksudnya agar hati tidak diijinkan dikuasai oleh yang lain selain mengingat Allah.
  44. Rasulullah menginformasikan kepada kita dalam sebuah hadits shahih bahwa Allah hadir di depan wajah hamba-Nya selama shalat. Dan ini hanya khusus untuk shalat.
  45. Sebagian Salaf akan menangis jika mereka tidak shalat berjama'ah, bayangkan kita yang tidak hanya kehilangan shalat berjama'ah tetapi tidak shalat sama sekali!
  46. Allah memulai Kitab Suci-Nya dengan menyebutkan bahwa wahyu ini adalah petunjuk bagi orang-orang bertakwa dan kemudian Allah menyebutkan karakteristik tertentu dari orang-orang ini, dan poin kedua yang disebut tentang mereka adalah bahwa mereka mendirikan shalat.
  47. Rasulullah diperintahkan untuk melaksanakan berbagai ibadah melalui wahyu, tetapi untuk shalat, Allah mengutus Jibril untuk membawa Nabi Muhammad kepada-Nya, dalam rangka menginformasikannya tentang shalat.
  48. Dalam surat Al-Mu'minun, Allah menyebutkan kesuksesan orang-orang beriman dan tanda-tanda mereka. Yang pertama dari tanda-tanda tersebut adalah khusyu'nya mereka dalam shalat. dan kemudian beberapa ayat dibawahnya, shalat mereka disebutkan lagi.
  49. Mirip dengan surat Al-Ma'arij, semua membuat mereka yang shalat sebagai perkecualian, dan kemudian menyebutkan keutamaan mereka yang lain hanya untuk menyimpulkan sekali lagi dengan menyebutkan bagaimana orang-orang ini menjaga shalatnya.
  50. Rasulullah menginformasikan kepada kita dalam hadits shahih bahwa hal pertama yang akan ditanyakan pada Hari Pembalasan adalah shalat kita. Bayangkan jika anda gagal tes pertama ini, apa lagi harapan yang anda miliki?
Semoga Allah membuat kita diantara orang-orang yang mendirikan shalat dan shalat sebagaimana Rasulullah SAW melaksanakannya. Amin.


Sumber: 50 points on prayer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan